Sekitar tahun 2017 website Pengadilan Agama Sintang menempati nomor teratas.  Ya! teratas di utak-atik admin yang tidak diundang dan tak diantar alias hacker. Mulai dari user name dan password yang tidak masuk di dalam admin, tampilannya berubah dari wajah tengkorak hingga jenis-jenis bunga, dari music disco hingga music rock and roll.  Tidak cukup sampai disitu gerakan-gerakan protes atas kebijakan pemerintah, Website Resmi PA. Sintang kena imbasnya. Beberapa kali serangan hacker dapat di tangani dengan bantuan pihak ketiga, namun puncak serangan terakhir telah membumi hanguskan seluruh isi kolom-kolom menu utama.

Penanganan-penangan telah dilakukan pemetaan permasalahan telah di masukkan dalam risk register dan di analisis.  Solusi “ganti web”.  Rapat Tim website PA. Sintang berkali kali di gelar dan dipimpin langsung sekretaris  PA. Sintang, Hendra Tirtana, SH.I.,MA.  dimulai pada bulan September dengan target penyelesaian dibulan oktober. Pembahasan seputar pihak ketiga dan tampilan ke kinian yang mengakomodir atau sesuai dengan  surat Sekretaris Pengadilan Tinggi Agama Pontianak nomor W14-A/481/HM.02.3/IV/2017 tentang standarisasi menu Website Pada Pengadilan Tinggi Agama Pontianak dan Pengadilan Agama Se Kalimantan Barat.

Walhasil perkiraan sedikit meleset dan melesat hingga bulan desember tahun 2018 karena kendala teknis perizinan.  Kami  sangat kecewa tidak dapat berkompetesi dalam Penilaian Website Mahkamah Syar'iyah/Pengadilan Agama. “sesungguhnya akhir itu lebih baik bagimu daripada permulaan” Pesan Ilahi melalui surah Ad Dhuha ayat 4 memberikan motivasi dan semangat dalam bekerja kembali berselancar dalam dunia maya memberikan keterbukaan informasi dalam menjalankan tugas dan fungsi Peradilan. Semoga web resmi Pengadilan Agama Sintang kedepan dapat lebih baik.

Salam redaksi…