Jakarta – Humas : Presiden ASEAN Law Association (ALA) yang juga menjabat sebagai Ketua Mahkamah Agung Singapura, YM Sundaresh Menon, melakukan kunjungan kehormatan (courtesy call) dengan Pengurus ALA Indonesia yang dipimpin oleh Ketua ALA Indonesia yang juga menjabat sebagai Ketua Mahkamah Agung RI, YM Prof. Dr. M. Hatta Ali, S.H.,M.H. Pertemuan tersebut berlangsung di ruang rapat Ketua Mahkamah Agung RI pada hari Selasa (13/3/2019).

Dalam pertemuan tersebut Presiden ALA menyampaikan kemajuan-kemajuan yang dicapai oleh ALA selama kurun waktu 7 (tujuh) bulan sejak ALA General Assembly Meeting terakhir di Singapura pada bulan Juli 2018 yang lalu. Diantara kemajuan tersebut adalah hasil pertemuan antara Presiden ALA dengan Sekretariat ASEAN  yang menyepakati poin-poin penting yang bisa menjadi kerjasama antara ALA dan Sekretariat ASEAN. Kerjasama yang dimungkinkan tersebut antara lain ALA membantu Sekretariat ASEAN dalam bidang-bidang yang merupakan fokus dari ASEAN seperti pemberantasan terorisme, dimana ALA bisa membantu dari sisi diagnosa sumber masalah dan menawarkan solusi untuk mengatasi akar masalah terorisme. Selain itu ALA juga bisa memperluas kerjasama untuk membangun kesadaran di kalangan masyarakat ASEAN terkait instrumen-instrumen ASEAN. Selain kerjasama dengan ASEAN, Presiden ALA juga menyampaikan bahwa ALA telah menyepakati pendirian ASEAN Law Institute yang peresmiannya akan dilaksanakan di Manila pada tanggal 13 April 2019.

Pada pertemuan ini juga Presiden ALA meminta kesediaan ALA Indonesia untuk menjadi tuan rumah ALA Governing Council Meeting pada tahun 2020 seandainya Myanmar yang seharusnya menjadi tuan rumah tahun depan tidak bisa menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menanggapi penyampaian dari Presiden ALA tersebut, Ketua ALA Indonesia, YM Prof. Dr. M. Hatta Ali, S.H.,M.H. menyampaikan apresiasi atas usaha-usaha yang dilakukan oleh Presiden ALA beserta jajarannya untuk mempromosikan eksistensi ALA serta dalam kesempatan tersebut Ketua ALA Indonesia juga menunjuk Bapak Normin Pakpahan (Anggota Komite Eksekutif Bidang Pendidikan Hukum) untuk menjadi perwakilan tetap ALA Indonesia di ASEAN Law Institute. Terkait pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah ALA Governing Council Meeting pada tahun 2020, Ketua ALA Indonesia menyampaikan terima kasih atas tawaran tersebut namun menyampaikan sekiranya Pengurus ALA juga bisa mempertimbangkan bahwa pada tahun 2020 akan ada suksesi kepemimpinan di Mahkamah Agung Republik Indonesia yang tentunya membuat konsentrasi persiapan kegiatan tersbeut akan terpecah jika Indonesia menjadi tuan rumah pada tahun yang sama, namun ALA Indonesia siap membantu Myanmar melaksanakan kegiatan tersebut.