Jakarta | badilag.mahkamahagung,.go.id

Dirjen Badilag Dr. Drs. H. Aco Nur, S.H., M.H, didamping Ketua PTA Jakarta Drs. H. Mohammad Yamin Awie, S.H., M.H. membuka acara bimbingan teknis Hakim, Panitera dan Sekretaris sewilayah Hukum PTA Jakarta, di ruang rapat PTA Jakarta, Jum'at (8/2/2019)

Bimbingan Teknis ini dihadiri seluruh Ketua Pengadilan Agama, Panitera, Sekretaris se-Jakarta, yang terdiri dari 70 Hakim, 19 Hakim Tinggi, 6 Panitera, 6 Sekretaris.

Aco Nur menyampaikan apresiasi kepada Pimpinan PTA Jakarta beserta jajarannya yang telah melaksanakan bimbingan teknis bagi Hakim, Panitera, Sekretaris se-Jakarta.

Menurut H. Aco Nur, untuk menggerakan roda organisasi peradilan agama demi terwujudnya peradilan agama yang agung dibutuhkan pemimpin yang mampu memetakan permasalahan, memiliki strategi berjuang dan komitmen untuk mewujudkan Pengadilan Agama yang Excellent.

Pimpinan juga dituntut untuk bisa bekerjasama dengan jajaran dibawahnya, memiliki jaringan yang luas antar lembaga demi memberikan pelayanan terhadap masyarakat pencari keadilan.

Pimpinan harus mampu dan paham teknologi yang berbasis elektronik dan harus mampu mengikuti informasi program terbaru yang menjadi kebijakan Ditjen Badilag.

Aco Nur menegaskan pimpinan harus cekatan dalam merespon kebijakan Dirjen Badilag dan menindaklanjutinya, karena apabila terjadi keterlambatan dalam menindaklanjuti instruksi Dirjen maka akan berpengaruh pada program Ditjen Badilag yang lain.

Selaku Pimpinan Pengadilan Tinggi Agama Jakarta Drs.H.Mohammad Yamin Awie, S.H., M.H menegaskan bahwa terselenggaranya acara Bimbingan Teknis Hakim, Panitera, Sekretaris sewilayah hukum PTA Jakarta bertujuan untuk melakukan perubahan peradilan kearah yang modern, manajemen peradilan yang lebih baik, peningkatan SDM warga peradilan, peningkatan pelayanan publik, peningkatan pembinaan dan pengawasan,.

Seluruh warga peradilan agama sejakarta berkomitmen dan bertekad bulat untuk melaksanakan Instruksi Dirjen Badilag MA RI demi terwujudnya peradilan agama yang modern.( Abu j-Hirpan Hilmi)