“Khairu Ummah” nama kegiatan rutin  bulanan ulama, umara dan Zu’ama yang diadakan oleh Majelis Ulama Indonsia Cabang Sintang bertempat di Pengadilan Agama Sintang (27/02). Kegiatan yang diaksanakan setelah ba’da isya ini tidak haya di hadiri oleh Pimpinan, Anggota MUI, Hakim, Pegawai dan honorer namun juga seluruh jajaran Ikatan cendikiawan Muslim (ICMI) Cabang Sintang. Seluruh peserta yang hadir mencapai delapan puluhan orang

Dalam sambutannya Rukayah, S.Ag menyampaikan bahwa merupakan suatu kehormatan besar bagi Pengadilan Agama Sintang dapat di tunjuk sebagai tuan rumah dalam pelaksanaan kajian rutin yang di selenggarakan oleh MUI Kab. Sintang. Rukayah, S.Ag juga  menyampaikan pentingnya peran ulama, umara dan zuama baik dalam kehidupan masyarakat maupun eksistensi dari Pengadilan Agama. Terakhir Rukayah, S.Ag menyampaikan semoga dengan diadakannya kegiatan tersebut dapat mempererat tali silahturahmi baik dari segi kelembagaan maupun secara personal.

Ketua MUI. Cabang Sintang, Drs H Ulwan, MPd I menyampaikan terimakasih kepada Ketua Pengadilan Agama Sintang sebagai tuan rumah yang telah memfasilitasi  kegiatan bahwa kegiatan Khairu Ummah” nama kegiatan rutin  bulanan ulama, umara dan Zu’ama setiap bulannya yang diadakan ke instansi instansi sebagai wujud untuk mempererat Ukhuwah islamiyah. Sehubungan dengan kehadiran ICMI Kab. Sintang Drs H Ulwan, MPd I menggarisbawahi salah satu tujuan kegiatan “Khairu Ummah” untuk menciptakan regenerasi Ulama agar tongkat estafet dakwah dapat berlanjut ke generasi muda.

Memasuki acara  inti, Wakil Ketua Pengadilan Agama Sintang, UU Lukmanul Hakim, S.Ag.,SH sebagai pemateri menyampakaikan materi tentang Perceraian. Sebelum menyampaikan materi dengan rendah hati, UU Lukmanul Hakim, S.Ag.,SH menyampaikan bahwa dirinya merasakan belum pas untuk menyampaikan materi di hadapan para ulama dan cendikiawan namun atas permintaan langsung dari bapak Ketua MUI. Cabang Sintang, Drs H Ulwan, MPd I, sehingga bersedia menjadi pemateri. Dengan menggunakan media slide power point, UU Lukmanul Hakim, S.Ag.,SH tidak hanya menyampaikan tentang materi perceraian namun juga   sejarah berdirinya Pengadilan Agama Sintang, Tugas dan Fungsi, tingkat perkara perceraian, factor penyebab perceraian hingga tips mencegah perceraian.

Terkait meningkatnya perkara dispensasi Kawin pada Pengadilan Agama Sintang, Lukmanul Hakim, S.Ag.,SH menyampaikan bahwa mayoritas perkara tersebut diajukan bagi pasangan yang belum cukup umur dan salah satu pasangan telah hamil terlebih dahulu. “ini menjadi tugas kita bersama dalam meningkatkan dakwah pentingnya menghindari perilaku yang sangat bertentangan dengan norma agama” Ujar UU Lukmanul Hakim, S.Ag.,SH. Penyampaian materi dlangsungkan secara dialogis dan antusias dari para peserta yang hadir. Sesekali para hadirin di undang tertawa dengan guyonan-guyonan khas dari UU Lukmanul Hakim, S.Ag.,SH untuk mencairkan suasana. (jamil)

 .