Ketua, Rukayah, S.Ag dan Sekretaris Pengadilan Agama Sintang, Hendra Tirtana, SH.I.,MA menghadiri Sosialisasi Hasil Pembinaan Ketua Mahkamah Agung dan Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama yang diadakan oleh Pengadilan Tinggi Agama Pontianak pada senin, 29 April 2019. Turut hadir dalam acara ini seluruh Ketua, Panitera dan Sekeretaris Pengadilan Agama se-Kalimantan Barat.

Dalam sosialisasi ini, Pimpinan Pengadilan Tinggi Agama Pontianak menyampaikan poin-poin pembinaan sebagai berikut:

  1. Pengadilan Agama Tingkat pertama hendaknya mengirim berkas banding yang sudah lengkap dan susunannya kronologis.
  2. Putusan banding/kasasi yang sudah turun, salinannya diberikan juga kepada hakim yang menangani perkara tersebut.
  3. Berkas banding paling lambat 1 bulan harus sudah dikirim, jika tidak ada memori atau kontra, langsung inzage, panitera membuat surat keterangan tidak ada memori/kontra memori.
  4. Perkara yang akan diputus, lalu tiba-tiba tergugat/termohon hadir, tetap wajib dimediasi akan tetapi jika setelah mediasi tidak berhasil maka tetap kembali ke tahapan persidangan bukan diulang dari awal pemeriksaannya.
  5. Petugas informasi dan pengaduan harus petugas yang benar-benar memahami alur informasi dan pengaduan.
  6. Poligami liar komulasi dengan perceraian, poligami harus dengan izin pengadilan, kalau terbukti tidak ada izin maka perkawinan tidak sah, sehingga tidak memiliki legal standing, perkara ditolak bukan di-NO.
  7. Kalau ada rekonvensi, dikonstruksikan juga posita dan petitumnya dalam BAS.
  8. Berkaitan dengan tuntutan nafkah, harus diketahui pekerjaan dan penghasilan suami sehingga dapat dijadikan pertimbangan dalam menentukan besaran nafkah yang diterima isteri.
  9. Istbat nikah dengan wali hakim yang bukan resmi dari KUA, perkaranya ditolak.
  10. Hendaknya SIPP, PTSP, ZI dan SKM lebih diperhatikan lagi karena penilaian SIPP turut menentukan dalam promosi dan mutasi karir pegawai.
  11. Agar memanfaatkan apel pagi pada hari senin dan apel sore pada hari jum’at untuk briefing kepada aparatur dan honorer agar kinerja mereka semakin meningkat.

  Menanggapi hal tersebut, Rukayah, S.Ag menyatakan berkomitmen secara penuh dalam melaksanakan poin-poin pembinaan tersebut. Rukayah, S.Ag juga menambahkan bahwa dengan adanya kegiatan sosialiasi menjadi arah dan petunjuk dalam melaksanakan tugas dan fungsi Pengadilan. (Hendra Tirtana)