Pengadilan Agama Sintang mengadakan Closing Meeting Assesment Internal  Surveillance kedua Akreditasi Penjaminan Mutu (APM) pada Selasa, 02 Juli 2019. Assesment internal ini dijadwalkan berlangsung selama 3 hari yaitu pada tanggal 02 s.d. 04 Juli 2019. Pelaksanaan assesment ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Tinjauan Manajemen yang dilaksanakan pada hari kamis, 27 Juni 2019.

Dalam sambutannya Ketua Pengadilan Agama Sintang yang sekaligus sebagai Top Management menyatakan bahwa dengan adanya assesment internal ini diharapkan seluruh assesor dapat mencermati eviden-eviden yang dikumpulkan oleh para penanggung jawab dokumen. Beliau juga berpesan agar para assesor  dengan seksama  mencatat temuan-temuan yang tidak sesuai dengan standard yang dipersyaratkan  dalam Form Permintaan Perbaikan.

Lebih Lanjut Rukayah, S.Ag menyampaikan Asesmentee harus menyelesaikan temuan dengan melengkapi Form Permintaan Perbaikan sesuai dengan catatan perbaikan sesuai dengan rentang waktu yang ditentukan. Rukayah S.Ag juga  menyinggung tentang kesiapan Petugas layanan PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) agar dapat memberikan pelayanan optimal terhadap tamu Pengadilan. Terakhir Rukayah, S.Ag  berharap Pengadilan Agama Sintang mampu mengimplementasikan secara menyeluruh Sistem Akreditasi Penjaminan mutu agar tetap terjaga sehingga berkontibusi dalam mempertahankan nilai A excellent yang telah disandang selama dua tahun.

Sementara itu Ketua TPM (Tim Penjaminan Mutu) yang sekaligus Wakil Ketua Pengadilan Agama Sintang, UU Lukmanul Hakim, S.Ag.,SH. menyatakan bahwa sejatinya pelaksanaan Assesment yang dilaksanakan oleh Pengadilan Agama Sintang ini merupakan sarana mengevalusi kesiapan seluruh Tim atas implementasi APM yang telah berjalan selama satu semester di tahun 2019.  Lebih lanjut UU Lukmanul Hakim, S.Ag.,SH menyatakan Hasil assement internal berupa Permintaan perbaikan harus di selesaikan secara tuntas hal ini tentunnya berpengaruh pada Peningkatan pelayanan public bagi masyarakat.  

 Setelah acara pembukaan assesment internal kemudian dilanjutkan dengan foto bersama dan assesment oleh para assesor yang telah ditunjuk untuk “memelototi” dokumen-dokumen/eviden yang telah disiapkan oleh para pejabat yang bertanggung jawab untuk menyediakan dokumen-dokumen tersebut. (Hendra)