(Kamis, 18 Desember 2025) – Ketua Pengadilan Tinggi Agama (KPTA) Pontianak melaksanakan agenda pembinaan di Kota Ale-Ale, tepatnya di Pengadilan Agama Ketapang Kelas IB pada Kamis (18/12). Kehadiran beliau untuk pertama kalinya di sini disambut penuh harapan oleh Pimpinan dan aparatur PA Ketapang.
Dalam pengarahannya, Dr. Drs. H. Moch. Sukkri, S.H., M.H. memberikan pesan-pesan strategis.
Menjaga Marwah dan Integritas
Poin utama yang ditekankan beliau adalah mengenai citra institusi. Beliau mengingatkan seluruh warga PA Ketapang untuk senantiasa menjaga marwah pengadilan melalui perilaku yang mencerminkan integritas tinggi dan profesionalisme dalam bekerja.
“Integritas adalah fondasi utama. Tanpa itu, profesionalisme kita tidak akan memiliki makna di mata masyarakat,” tegas beliau.
Dukungan Penuh Menuju WBBM
Mengingat PA Ketapang telah berhasil meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), Ketua PTA memberikan apresiasi sekaligus tantangan baru. Beliau menyatakan dukungan penuh bagi PA Ketapang untuk naik kelas dan berkompetisi bersama satuan kerja lainnya, termasuk PTA, dalam meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Edukasi Mutasi dan Pesan Syukur
Terkait isu mutasi, beliau memberikan penegasan penting untuk dipahami seluruh aparatur. Beliau menjelaskan bahwa kewenangan PTA Pontianak sebatas memberikan usulan, sementara keputusan akhir tetap berada di tangan Mahkamah Agung dan Dirjen Badilag.
Menutup pembinaannya, beliau memberikan sentuhan motivasi bagi para aparatur yang bertugas di Kota Ale-Ale. Beliau berpesan agar tetap banyak bersyukur atas profesi sebagai aparatur peradilan meskipun harus bertugas jauh dari kampung halaman. “Dedikasi Anda di sini adalah bentuk pengabdian yang luar biasa bagi negara,” tutup beliau.