Sentuhan Motivasi Wakil Ketua di PA Sambas: Disiplin Dimulai dari Rasa Syukur, Prestasi Lahir dari Kondusifitas

(Kamis, 18 Desember 2025) – Pengadilan Agama (PA) Sambas Kelas IA menerima kunjungan pembinaan dari Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Pontianak, Drs. Suhardi, S.H., M.H., pada Kamis pagi (18/12). Kehadiran beliau disambut hangat oleh Ketua PA Sambas beserta jajarannya tepat pada pukul 07.45 WIB.

Sebelum memasuki ruang pertemuan, Drs. Suhardi melakukan office tour ke tiap ruangan untuk menyapa seluruh Hakim dan Pegawai. Beliau bahkan menyempatkan diri berdialog dengan salah satu warga di ruang tunggu terbuka yang sedang berkonsultasi mengenai perkara Dispensasi Kawin (DK), guna memastikan kualitas pelayanan publik secara langsung.

Laporan Kinerja Ketua PA Sambas

Acara inti dibuka dengan penyampaian laporan dari A. Rukip, S.Ag., Ketua PA Sambas. Dalam sambutannya, beliau memaparkan optimisme terkait capaian kinerja instansi di penghujung tahun.

“Kami berkomitmen untuk terus mempertahankan prestasi yang telah diraih. Saat ini, penyelesaian perkara di PA Sambas sudah mencapai 93%, dan kami menargetkan angka tersebut meningkat hingga di atas 95% pada akhir tahun nanti,” lapor Ketua PA Sambas di hadapan Wakil Ketua PTA Pontianak.

Penekanan Disiplin dan Jaga Kondusifitas 

Menanggapi laporan tersebut, Drs. Suhardi, S.H., M.H. puji penyelesaian perkara yang tetap sesuai target, karena dengan jumlah Hakim yang terbatas, PA Sambas tetap maksimal memenuhi target kinerjanya. Selanjutnya beliau memberikan pembinaan yang menitikberatkan pada aspek mentalitas dan lingkungan kerja. Beliau memberikan penekanan khusus pada dua hal utama:

1. Kedisiplinan sebagai Bentuk Syukur Beliau mengingatkan seluruh aparatur bahwa status sebagai ASN adalah amanah yang harus dijaga dengan integritas tinggi.

“Kita harus selalu bersyukur menjadi PNS, di mana gaji sudah kita terima terlebih dahulu sebelum bekerja. Oleh karena itu, kita harus taat dalam menegakkan disiplin, terutama kepatuhan terhadap jam kerja. Ini adalah bentuk pertanggungjawaban kita,” tegasnya.

2. Menjaga Kondusifitas dan Pengawasan Melekat Lebih lanjut, Beliau meminta seluruh pegawai untuk menjaga suasana kantor yang harmonis. Beliau menegaskan agar jangan sampai ada pengaduan yang muncul akibat ketidakharmonisan hubungan kerja. “Jaga hubungan baik sesama rekan kerja, baik antara atasan maupun bawahan. Pimpinan pun wajib melakukan pengawasan melekat kepada stafnya. Jika ada pelanggaran, segera diluruskan,” tambahnya.

Rangkaian pembinaan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bentuk sinergitas antarlembaga, sambil mengucapkan yel-yel: “PA SAMBAS, BISE BISE BISE!!
Sesaat setelah acara usai, WKPTA Pontianak beserta rombongan langsung bertolak menuju PA Mempawah untuk melanjutkan agenda kunjungan kerja berikutnya.

Tinggalkan Komentar
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *