Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Sanggau I Gede Semarejaya, menerima kunjungan dari Ketua Pengadilan Agama Sintang Koidin, S.H.I.,M.H. Jumat, 23 Oktober 2023.  Pada kunjungan ini, Ketua PA Sintang melihat langsung proses pelayanan paspor sekaligus bersilahturahmi.

Dalam melakukan pencegahan terhadap Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sanggau, I Gede Semarajaya mengatakan bahwa pihaknya melakukan wawancara dan profiling terhadap masyarakat yang melakukan pengajuan permohonan di Kanim Sanggau.

“Persyaratan Permohonan Paspor adalah E-KTP, Akta Kelahiran, dan Kartu Keluarga. Namun dalam mekanisme penerbitannya Petugas Imigrasi atau Pejabat Imigrasi dapat melakukan wawancara dan profiling,”katanya.

Melalui wawancara tersebut, petugas dapat menggali keterangan dari pemohon terkait tujuan pembuatan paspor tersebut. Jika data yang diberikan tidak sesuai dengan jawaban yang dikemukakan oleh pemohon serta tujuannya meragukan, tentunya Kantor Imigrasi akan melakukan penanganan lebih lanjut terhadap permohonan tersebut.

“Bahkan bisa ditunda permohonannya. Namun sebelum ditunda betul-betul Kita harus mencari sebetulnya apa tujuan orang tersebut melakukan permohonan paspor. Dan bilamana jawabannya tidak sesuai dengan apa yang dia berikan itu kita bisa menunda permohonannya, karena itulah salah satu cara atau andil dari Kanim guna mencegah TPPO,” tegasnya.

Pada kesempatan ini juga dibahas Proses pelayanan Eazy Passport, Beliau mengatakan permohonan pembuatan Passport di Sintang peminatnya sangat tinggi. Bahkan, mereka berharap ada kantor Imigrasi di Sintang.karena jaraknya yang jauh kalau ke sanggau,"

Menurut Beliau, mengurus paspor secara kolektif, tidak perlu mendaftar antrean online serta tidak perlu datang ke Kantor Imigrasi karena petugas Imigrasi yang akan mendatangi lokasi pemohon untuk proses paspor.

Untuk mendapatkan layanan Eazy Passport dari Kantor Imigrasi Sanggau caranya cukup mudah. Komunitas masyarakat/instansi mendata siapa saja anggotanya yang bersedia untuk proses paspor secara kolektif.

"Jika sudah terkumpul minimal 40 orang pemohon, kami datang. Diharapkan dengan adanya kegiatan pelayanan Eazy Passport ini, masyarakat semakin merasa puas dengan pelayanan keimigrasian, sehingga tercapai indeks kepuasan masyarakat yang optimal," ujar Pria Asli Mataram ini.(Arf)